Oleh: Berny Gomulya
If you can DREAM it, you can DO it.
-Walt Disney
Di ajang MacWorld, 9 Januari 2007, Steve Jobs mengumumkan bahwa Apple akan meluncurkan produk tercanggih sepanjang sejarah Apple: iPhone. Berikut ini adalah kata sambutan Steve Jobs:
“Today we are introducing three revolutionary products on its class. The first one, a widescreen iPod with touch controls. The second, a revolutionary mobile phone. And the third, a breakthrough internet communication device. This is not three separate devices, this is one device. We are calling it iPhone. Today Apple reinvents the phone.”
Sejak saat itu, orang-orang ramai membicarakan tentang iPhone. Berita iPhone menyebar seperti ”wabah kolera.” Video sambutan dan demo iPhone berdurasi 47 menit dan 29 detik menyebar kemana-mana. Lewat email, YouTube, blog, facebook, dan website-website jaring sosial lainnya.
Hasilnya? luar biasa! Pada tanggal 29 Juni 2008, ketika pertama kali diluncurkan, ribuan orang di seluruh Amerika antre untuk membeli iPhone. Antrean panjang terjadi di Apple Store. Orang yang antre rela menginap, antre berjam-jam, bahkan rela kehujanan. Pertanyaannya: Kok bisa? Jawabannya: karena Steve Jobs tidak hanya pandai membuat produk yang cool, ciamik, dan keren abis, tetapi dia juga seorang promotor yang sangat piawai dalam meluncurkan produk barunya.
Apa itu promotor? Promotor adalah seorang yang memberitakan kabar baik. Adalah seseorang yang memiliki ide besar, yang tidak tahan, lalu menyebarkan ide besar itu bagai virus atau wabah. Martin Luther King Jr. pernah berkata, ”Jika Anda belum menemukan sesuatu hal yang Anda ingin perjuangkan mati-matian, maka Anda belum pantas hidup.” Powerful idea!
Ketika masih kanak-kanak, kita punya mimpi-mimpi besar. ”Suatu hari nanti aku akan membangun perusahaan penerbangan sendiri,” ujar Ridwan Zulfikar, 15 tahun, siswa kelas III Madrasah Pembangunan Universitas Islam Negeri Jakarta (dikutip dari Kompas, Sabtu, 3 Januari 2009). Waktu kanak-kanak kita berani bercita-cita, ingin menjadi presiden, astronot, pelukis ternama, atau superhero lainnya. Kita ingin mengubah dunia. Kita ingin memiliki dampak yang besar dalam hidup ini.
Tapi sayangnya, ketika kita mulai beranjak dewasa, mimpi-mimpi besar itu perlahan-lahan sirna…
. Ketakutan hidup mulai mencengkram pikiran kita. Berita-berita negatif begitu merasuki kita. Bayang-bayang kegagalan menghantui jiwa kita. Lalu kita bergumam dalam hati, ”Kita seharusnya hidup lebih realistis. Jadi orang mbo ya nginjak bumi. Tidak usahlah bermimpi terlalu tinggi. Cita-cita itu hanya mimpi.”
Anda dan saya diciptakan untuk bersinar. Percayalah! Anda dilahirkan ke dunia ini untuk memberi dampak besar. Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk sulit dicapai. Ketika Anda telah menemukan passion Anda, Anda akan bangun di pagi hari dengan bersemangat. Anda terus memikirkan, membicarakan dan menyebarkan passion Anda. Seperti Steve Jobs begitu bersemangat mempromosikan iPhone, maka Anda pun seharusnya menjadi promotor passion Anda.
Comments
Selain kemampuan promote ( presentasi ) Steve Jobs yang memang luar biasa, produk Apple bisa mewabah karena memang sangat simpel, inovatif, dan sangat elegan…saya bermimpi bisa punya salah satu produk Apple ( MacBook ), dan untuk itu harus punya passion untuk mewujudkannya. Makasih!!!
Semoga mimpi Pak Gusthy terwujud. Amin.