Oleh: Berny Gomulya
If you paint in your mind a picture of bright and happy expectations, you put yourself into a condition conducive to your goal. Change your thoughts and you change your world.
- Norman Vincent Peale
Saya teringat beberapa tahun lalu ketika saya dan keluarga pertama kali ke Bali. Kami begitu senang berada di Pulau Dewata ini. Walaupun sudah beberapa kali ke sana, kami masih berharap akan pergi ke sana lagi. Saking senangnya dengan pulau itu, saya dan keluarga pernah berlibur selama 10 hari diakhir tahun 2006.
Banyak hal menarik di Bali. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah banyaknya tempat untuk membuat tato. Ini mengingatkan saya tentang pengalaman Norman Vincent Peale yang diceritakan dalam bukunya Power of the Plus Factor. Dalam bukunya itu, Peale menceritakan pengalamannya suatu hari melewati sebuah studio tato di persimpangan jalan Kowloon di Hong Kong. Mereka menawarkan berbagai macam jenis tato. Ada satu jenis tato yang mengejutkannya, yaitu tato bertuliskan “Lahir Untuk Kalah.”
Peale tidak bisa membayangkan jika ada orang yang menuliskan kalimat itu di tubuhnya. Karena rasa penasaran, ia bertanya kepada seniman tato itu, ”Apakah memang ada orang yang ingin di tato dengan tulisan ”Lahir Untuk Kalah” di tubuhnya?”
”Ya, kadang-kadang,” jawab seniman tato.
”Tetapi, kayaknya sulit dipercaya bahwa seseorang dengan pikiran waras akan memilih tato itu,” kata Peale.
Seniman itu berkata, ”Sebelum ditato di tubuh, ya harus ditato di pikiran terlebih dahulu.”
Setiap hari Anda dan saya dibombardir dengan berita-berita negatif. Berita-berita negatif menghujani kita dari setiap sudut. Kita memang tidak bisa menghindarinya. Tetapi Anda dapat memilih apakah mengijinkan semua informasi negatif itu tinggal dalam pikiran Anda.
Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Anda menjadi orang yang tidak realistis dengan mengabaikan atau berpura-pura tidak ada masalah padahal ada masalah yang sedang terjadi dalam hidup Anda. Kepura-puraan bukanlah jawaban. Jika Anda sedang dalam masalah, tidak apa-apa mengakuinya. Tetapi jagalah terus pikiran Anda agar tertuju pada solusi, bukan pada masalah. Percayalah bahwa pasti ada jalan keluar bagi setiap masalah Anda.
Kita harus terus menerus memilih untuk tetap pada pikiran positif. Perhatikan! Kita harus terus menerus memilih. Anda dapat mengontrol pintu masuk pikiran Anda dengan menolak pikiran-pikiran negatif, dan memilih untuk tetap memikirkan hal-hal positif. Anda harus membuat suatu pilihan untuk menjaga pikiran Anda terpusat pada hal-hal yang positif. Itu tidak terjadi dengan sendirinya. Anda harus berusaha dan bertekad. Zig Ziglar pernah bertutur, “Positive thinking will let you do everything better than negative thinking will.”
Saran saya: dari pada kita tato pikiran kita dengan ”Lahir Untuk Kalah,” bagaimana kalau kita tato pikiran kita dengan ”Lahir Untuk Menang?”
(By the way, saya coba cari tato “Lahir Untuk Kalah” di Bali… Thank God, saya tidak menemukannya
).