Biji Mangga

Oleh: Berny Gomulya

Plant the seed of desire in your mind and it forms a nucleus with power to attract to itself everything needed for its fulfillment.
- Robert Collier

Salah satu buah kesukaan saya ketika masih kecil adalah mangga. Saking senangnya dengan mangga, suatu hari saya berinisiatif untuk menanam mangga. Tetapi namanya juga anak kecil (masih lugu hehehe…:-)), saya menanam biji mangga itu dalam sebuah pot. Pikir saya waktu itu, biar biji mangga itu mendapat tempat yang bagus. Alhasil, walau saya menunggu berbulan-bulan, bertahun-tahun, berabad-abad, bahkan bertriliun-triliun tahun (Ini guyonan ala Tukul Arwana… :-) ), pohon mangga itu tidak akan bertumbuh, apalagi berbuah. Tidak peduli seberapa pun bagusnya biji mangga itu, selama saya menanamnya dalam pot, maka ia tidak akan bertumbuh. Mengapa? Karena lingkungan sekitar biji mangga itu tidak mendukung proses pertumbuhannya. Pertumbuhannya menjadi sangat terbatas. Masalahnya bukan pada bijinya, melainkan pada lingkungannya. Lingkungan tersebut mencekik pertumbuhannya.

Demikian pula dengan hidup kita. Kunci utama untuk Anda bisa bertumbuh dan mencapai potensi penuh adalah Anda dengan sengaja menaruh diri Anda sendiri dalam suatu lingkungan dimana benih itu bisa bertumbuh. Saya banyak mengenal orang-orang pintar dan berbakat, tetapi mereka berada dalam lingkungan yang salah. Mereka bergaul dengan orang yang salah. Akibatnya, orang-orang pintar dan berbakat itu tidak bisa bertumbuh dengan baik. Itulah sebabnya Napoleon Hill menasehati, ”Think twice before you speak, because your words and influence will plant the seed of either success or failure in the mind of another.

Jika Anda bersahabat dengan orang-orang negatif, orang-orang yang tidak memiliki impian yang besar, orang-orang yang suka memberikan kritik yang destruktif, orang-orang pemalas, orang-orang yang tidak disiplin, maka berhati-hatilah, mereka lambat laun bisa menulari Anda. Lingkungan seperti itu akan mencegah Anda bertumbuh dan mencapai potensi penuh Anda. Perhatikan! Anda tidak bisa bersahabat dengan orang-orang negatif, dan berharap Anda bisa menjalani kehidupan positif. Anda tidak bisa bergaul dengan orang-orang pemalas dan berharap Anda bisa menjadi orang yang rajin.

Ketika membaca artikel ini, mungkin beberapa diantara Anda berkata, ”Tetapi saya bersahabat dengan orang-orang negatif itu karena saya ingin menolong kehidupan mereka?” Jika memang panggilan hidup Anda untuk menolong mereka, silahkan teruskan. Tetapi pastikan itu adalah panggilan hidup Anda! Namun, marilah kita bersikap jujur. Kebanyakan diantara kita tidak bisa menarik mereka ke atas, bahkan yang paling mungkin terjadi, jika Anda menghabiskan waktu lama bersama mereka, merekalah yang akan menarik kehidupan Anda ke bawah.

Tentu saja, Anda tetap sayang dengan sahabat-sahabat Anda itu. Anda tetap menghormati mereka. Anda bisa terus mendorong semangat mereka, agar mereka mau berubah ke arah yang positif. Namun, terkadang yang terbaik yang Anda harus lakukan adalah Anda menjauh dari orang-orang yang negatif, dan menempatkan diri Anda dalam lingkungan yang positif, yang memungkin pertumbuhan Anda menjadi maksimal. Anda bisa tetap menolong mereka dari jauh. Ada satu kalimat bijak yang berkata: ”Tunjukkanlah kepada saya teman-teman Anda, dan saya akan tunjukkan siapa diri Anda sebenarnya.” Lingkungan berpengaruh sangat besar dalam perjalanan kehidupan Anda.

Sama seperti biji mangga itu, maka tidak peduli seberapa pun besarnya potensi dalam biji mangga itu, jika saya tidak menanamnya dalam tanah yang baik, biji itu tidak akan berakar, bertumbuh, berbuah, dan mencapai potensi penuhnya. Bergaullah dengan orang-orang yang akan menolong Anda mencapai potensi penuh kehidupan Anda. Dan temukan bahwa impian Anda itu memang nyata! Sehingga Anda bisa berkata seperti yang diucapkan oleh Kathe Kollwitz, ”I do not want to die… until I have faithfully made the most of my talent and cultivated the seed that was placed in me until the last small twig has grown.

Advertisement
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • fonny  On February 27, 2009 at 12:30 pm

    Tepat sekali Pak Berny….
    “Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik” ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.