Celengan

Oleh: Berny Gomulya

“Pretend that every single person you meet has a sign around his or her neck that says, “Make me feel important.” Not only will you succeed in sales, you will succeed in life.”
– Mary Kay Ash, Entrepreneur

Sejak Marvel berumur tiga tahun, kami sudah mengajarkannya untuk menabung di celengan. Tujuannya sangat sederhana, yaitu kami ingin dia tahu prinsip-prinsip dasar mengelola keuangan. Salah satu prinsip dasar itu adalah bahwa dia tidak bisa mengambil uang, sebelum dia menabung.

Sebenarnya, prinsip ini tidak hanya berlaku dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga berlaku dalam membina hubungan yang baik dengan orang lain. Entah itu hubungan dengan orang tua, anak, suami, istri, tetangga, saudara, rekan kerja, atasan, bawahan, pelanggan, supplier, atau partner bisnis. Jika Anda ingin hubungan Anda berkembang ke arah yang lebih baik, maka Anda harus berinvestasi dulu di dalamnya. Anda harus lebih banyak ”menabung” kebaikan ke orang lain, dari pada ”menarik” dari orang lain.

Setiap orang memiliki satu ”rekening bank emosional” dengan setiap orang yang dengannya kita berhubungan. Dan untuk setiap ”rekening bank emosional” itu, Anda dan saya harus senantiasa menambah tabungan dalam rekening itu. Rekening bank emosional bertambah:

  • Tatkala atasan memuji dengan tulus pencapaian bawahan.
  • Ketika bawahan menyelesaikan laporan bulanan tepat waktu.
  • Saat rekan kerja menawarkan bantuan kepada rekannya.
  • Tatkala orang tua meluangkan waktu dengan anak.
  • Ketika anak memperhatikan orang tua.
  • Saat suami mendengarkan curhat istri.
  • Tatkala istri memberikan dukungan kepada suami.
  • Dan ketika Anda membangun, menyemangati, memperhatikan, memuji, menghormati, menghargai, bersikap ramah, dan menolong orang-orang di sekitar Anda.

Sebaliknya rekening bank emosional Anda berkurang ketika Anda memberikan kritik yang destruktif, egois, mengejek, bergosip, dan tidak peduli dengan orang-orang di sekitar Anda 😦

Dari pada menanyakan apa yang orang lain bisa lakukan untuk Anda, lebih baik mulailah mencari tahu apa yang Anda bisa lakukan buat orang lain. Dari pada sibuk menarik, marilah kita sibuk menabung di ”rekening bank emosional” setiap orang. ”Each person needs to be loved in his or her own special way. The key to making deposits, therefore, is to understand and to speak that person’s language of love,” demikian tulis Stephen R. Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective Families.

Jika Anda ingin orang lain melakukan sesuatu dengan suka rela untuk Anda, maka pastikan bahwa Anda mempunyai banyak simpanan dalam ”rekening bank emosional” orang itu. Anda tidak bisa menarik, sebelum menabung. Marilah kita belajar untuk menabung lebih banyak simpanan ke dalam “celengan” hidup orang lain.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: